TUGAS K3 KIMIA
Selasa, 27 Maret 2012
Dosen: Agung Nugroho, ST.
1. Jelaskan bagaimana cara mengidentifikasi potensi bahaya yang terkandung dalam bahan-bahan kimia?
- JAWAB:
- cara mengidentifikasi potensi bahaya bahan kimia dapat dilakukan melalui:
- LABELLING, yaitu pemberian label pada kemasan bahan kimia agar dapat diketahui potensi bahaya apa saja yang terkandung dalam bahan kimia tersebut.
- MSDS, setiap bahan kimia harus memiliki MSDS dimana didalamnya terdapat informasi-informasi penting yang berhubungan dengan bahayanya, misal flash point, titik didih dan sebagainya.
- MARKING, penandaan yang menyebutkan bahaya bahan kimia tersebut.
- selain itu, apabila berdasarkan DOT regulation, dapat mengetahui bahaya dari suatu bahan kimia dapat melaui:
- Shipping Paper, dimana terdapat Proper Shipping Name, dll yang mendiskripsikan tentang bahan kimia tersebut serta bahayanya.
- DOT Label
- DOT Marking
- DOT Placard, biasanya pada pengangkutan agar orang awam dapat mengetahui bahaya bahan kimia tersebut.
2. Senyawa A dan B termasuk non-flammable gas dengan vapor density masing-masing 0, 899 dan 1, 91. Tentukan senyawa yang lebih efektif untuk memadamkan api! Mengapa?
- JAWAB:
- senyawa yang lebih efektif yang digunakan untuk memdamkan api adalah SENYAWA B, karena senyawa B memiliki vapor density yang lebih besar dari vapor density udara (=1). hal itu menunjukkan apabila berada di udara maka senyawa B akan berada di bawah udara (Oksigen). seperti kita ketahui bahwa zat yang mudah terbakar apabila bereaksi dengan oksigen yang cukup maka akan terjadi kebakaran. untuk itu, apabia senyawa B memiliki vapor dnsity yang lebih besar dari udara (oksigen), maka senyawa ini akan berperan sebagai BLANKETING AGENT (selimut) yang menghalangi adanya reaksi zat yang terbakar dengan oksigen sehingga konsentrasi oksigen akan berkurang dan kebakaran akan padam.
3. Senyawa 1 dan 2 termasuk non-flammable liquid dengan spesifik gravity masing-masing 0,749 dan 1,89. suatu flammable liquid C (density 0,9 gr/cm3) terbakar. tentukan senyawa yang efektif untuk memadamkan api! Mengapa?
- JAWAB:
- Sp. gr Liquid C = 0,9
- Sp. gr senyawa 1 < Sp. gr Liquid C
- Sp. gr senyawa 2 > Sp. gr Liquid C
- maka senyawa 1 lebih efektif untuk digunakan sebagai media pemadaman api. hal ini dikarenakan dengan sp. gr senyawa 1 yang lebih kecil dibandingkan dengan Sp. gr Liquid C maka posisi senyawa 1 akan di atas Liquid C. ini sangat efektif karena dengan seperti itu senyawa 1 akan menghalangi reaksi oksigen (udara) dengan liquid C yang sedang terbakar, yang lama kelamaan konsentrasi oksigen berkurang dan api akan padam. apabila senyawa yang digunakan untuk memadamkan mempunyai Sp. gr yang lebih besar daripada liquid yang terbakar, tidak akan bisa memadamkan karena senyawa itu akan berada dibawa liquid C sehingga reaksi antara oksigen (udara) dengan liquid C akan tetap berlangsung.
4. Jelaskan Klasifikasi flammable menurut KEPMENAKER No. 187/1999!
- JAWAB:
- BAHAN BERACUN
- Pemajanan melalui:
- mulut : LD 50 : > 25 atau < 200 mg/kg berat badan
- kulit : LD 50 : > 25 atau < 400 mg/kg berat badan
- pernafasan : LC 50 :> 2,5 mg/ldan < 2 mg/l
- BAHAN SANGAT BERACUN
- Pemajanan melalui:
- mulut : LD 50 : 25 mg/kg berat badan
- kulit : LD 50 : 50 mg/kg berat badan
- pernafasan : LC 50 : 2,5 mg/l
- CAIRAN MUDAH TERBAKAR
- dengan titik nyala > 21 C dan < 55 C pada tekanan 1 atm
- CAIRAN SANGAT MUDAH TERBAKAR
- dengan titik nyala < 21 C dan titik didih > 20 C pada tekanan 1 atm
- GAS MUDAH TERBAKAR
- dengan titik didih < 20 C pada tekanan 1 atm
- BAHAN MUDAH MELEDAK
- apabila reaksi kimia tersebut menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya.
- BAHAN REAKTIF
- apabila bahan tersebut:
- bereaksi dengan air mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar, atau
- bereaksi dengan asam mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar atau beracun atau korosif
- BAHAN OKSIDATOR
- apabila reaksi kimia atau penguraiannya menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran.
5. Untuk mengendalikan bahaya bahankimia di pabrik, persyaratan/ketentuan apa saja yang harus dipenuhi menurut KEPMENAKER No. 187/1999?
- JAWAB:
- Dokumen engendalian potensi bahaya besar sekurang-kurangnya memuat : (pasal 19 ayat 1)
- kegiatan teknis, rancang bangun, konstruksi, penyimpanan bahan kimia serta pengoperasian dan pemeliharaan instalasi.
- identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko
- prosedur kerja aman
By: Nuzuliana Mahmudianti
Semoga dapat bermanfaat, apabila ada koreksi dipersilahkan. karena penulis sangat membutuhkan koreksi dan saran demi perbaikan selanjutnya.
BalasHapusThe most popular used ford edge titanium - Titanium Arts
BalasHapusFind our best used black titanium wedding bands ford edge titanium used by microtouch titanium trim as seen on tv beginners titanium daith jewelry and professionals alike, including the sugarboo extra long digital titanium styler best titanium white wheels used ford edge titanium.
published here silicone sex doll,sex dolls,silicone sex doll,dildos,wolf dildo,sex chair,wholesale sex toys,wholesale sex toys,male sex doll check
BalasHapus