Minggu, 24 Juni 2012

“DAMAR KURUNG SEBAGAI MEDIA PENGGAIRAHAN KESELAMATAN KERJA GUNA PENCAPAIAN ZERO ACCIDENT 2012 DI LINGKUNGAN INDUSTRI”

RINGKASAN
Hampir di setiap gerak dalam kehidupan, masyarakat tidak lepas dengan pemanfaatan teknologi. Namun salah satu aspek penting dalam penerapan dan pengaplikasian teknologi adalah keselamatan kerja. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa.
Di antara kepentingan produksi dan keselamatan kadang-kadang terdapat pertentangan. Dalam keadaan seperti itu, pengusaha atau buruh mengorbankan persyaratan keselamatan dan mengambil resiko terjadinya kecelakaan untuk meningkatkan produktifitas. 80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia. Maka dari itu, usaha-usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi.
Faktor manusiawi inilah yang dirasa sangat mendasar terhadap terjadinya berbagai kecelakaan kerja. Untuk itu, selain pendidikan dan pelatihan, usaha yang inovatif banyak dilakukan untuk meningkatkan gairah bekerja guna mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
Maka dari itu, dengan melalui Damar Kurung sebagai inovasi media penyampaian seruan dan pesan keselamatan kerja di lingkungan industri diharapkan dapat mengurangi kecelakaan kerja hingga mencapai tingkat terendah kecelakaan, yaitu Zero Accident.
Diharapkan dengan menggunakan media Damar Kurung dapat meningkatkan gairah kerja kepada paa pekerja untuk selalu bersikap dan bertindak aman dan selamat di lingkungan kerja sehingga dapat  mengurangi tingkat kecelakaan kerja di lingkungan industri untuk menuju Zero Accident di lingkungan industri.




Pembangunan dari waktu ke waktu semakin meningkat. Dengan bergeloranya pembangunan, teknologi lebih banyak diterapkan dalam aneka bentuk proses produksi. Perhatian masyarakat Indonesia akan teknologi telah banyak mencakup berbagai sektor dalam kehidupan. Hampir di setiap gerak dalam kehidupan, masyarakat tidak lepas dengan pemanfaatan teknologi. Namun salah satu aspek penting dalam penerapan dan pengaplikasian teknologi adalah keselamatan kerja.
Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Keselamatan kerja sangat bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya.
Sudah sewajarnya bahwa dalam tingkat pembangunan demikian keselamatan kerja lebih mendapat perhatian untuk pengamanan proses dan hasil-hasil pembangunan dan lebih lanjut untuk lebih menunjang laju pembangunan tersebut. Pencapaian ini telah melahirkan banyak sekali sektor industri yang ada di Indonesia. Pembangunan di Indonesia, kini sedikit banyak berpihak pada sektor industri. Pembanguan industri di indonesia meningkat begitu pesat. Hal itu dikarenakan banyaknya permintaan dari masyarakat akan berbagai macam kebutuhan. Sehingga kini berbagai cabang sektor banyak beralih dan berkombinasi dengan sektor industri. Semua industri berkompetisi untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan tersebut dengan meningkatkan produktifitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitasnya yaitu dengan memperbanyak tenaga kerja dan pengadaan teknologi mesin produksi.
Di antara kepentingan produksi dan keselamatan kadang-kadang terdapat pertentangan. Dalam keadaan seperti itu, pengusaha atau buruh mengorbankan persyaratan keselamatan dan mengambil resiko terjadinya kecelakaan untuk meningkatkan produktifitas. Sebagai contoh-contoh adalah dikuranginya perawatan mesin dan peralatan kerja oleh pengusaha, agar hilangnya waktu produksi dicegah; peniadaan pagar-pagar pengaman atau tidak dipakainya alat-alat pelindung diri yang dirasakan memberi hambatan. Pada beberapa keadaan, alasannya cukup kuat. Adapun keadaan lainnya hanyalah pencerminan keengganan kelompok-kelompok tertentu terhadap tindakan keselamatan. Pada keadaan tersebut belakangan, ancaman hukuman kurang bermanfaat dan sebaiknya usaha diadakan untuk mengubah sikap terhadap keselamatan misalnya mengundang partisipasi buruh dalam memilih alat-alat proteksi diri yang sesuai.
Juga dari pengalaman terbukti, bahwa angka kecelakaan pada pekerjaan-pekerjaan yang bertalian dengan proses produksi yang pokok adalah lebih kecil dari pada kecelakaan-kecelakaan pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat sampingan.
Dari penyelidikan-penyelidikan, ternyata faktor manusia dalam timbulnya kecelakaan sangat penting. Selalu ditemui dari hasil-hasil penelitian, bahwa 80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia. Maka dari itu, usaha-usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi. Dalam hubungan ini, pendidikan dan penggairahan keselamatan kerja kepada tenaga kerja merupakan sarana penting.
Faktor manusiawi inilah yang dirasa sangat mendasar terhadap terjadinya berbagai kecelakaan kerja. Untuk itu, selain pendidikan dan pelatihan, usaha yang inovatif banyak dilakukan untuk meningkatkan gairah bekerja guna mengurangi tingkat kecelakaan kerja. Budaya keselamatan kerja telah banyak diterapkan di dunia industri, sebagai contohnya telah banyak diadakan sosialisasi dan pelatihan, pamflet serta pemasangan poster-poster yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Namun dalam kenyataannya masih banyak terjadi kecelakaan dan kematian di tempat kerja. Untuk itu dibutuhkan cara lain guna menekan angka kecelakaan sampai pada tingkat yang terendah hingga Zero Accident.
Dengan melihat latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk membuat gagasan ilmiah yang berjudul “Damar Kurung sebagai Media Penggairahan Keselamatan Kerja guna Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan Industri”.



Tujuan
Dalam penyusunan PKM ini bertujuan, diantaranya:
3.      Untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja melalui media inovasi baru untuk menuju Zero Accident di lingkungan industri.



Manfaat
1.      Bagi penulis
Berdasarkan hasil studi pustaka dan analisis, penulis dapat mengetahui tingkat kecelakaan kerja di lngkungan industri, sehingga dapat memberikan solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
2.      Bagi Pekerja
Dapat membiasakan diri untuk bersikap selamat (Safe Action) hingga mencapai kondisi yang aman (Safe Condition) di lingkungan industri untuk menekan tingkat kecelakaan kerja.
3.      Bagi Industri
Dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja di industri hingga zero accident sehingga pengeluaran perusahaan untuk jaminan dapat berkurang.
4.      Bagi Pemerintah
Dengan berkurangnya tingkat kecelakaan kerja khususnya di lingkungan industri dapat secara nyata berpengaruh pada peningkatan produktifitas, sehingga secara langsung dapat membantu pemerintah dalam menjalankankan proses produksi secara aman guna peningkatan pendapatan nasional.


GAGASAN
Masalah kecelakaan kerja di lingkungan industri
Setiap tahun di seluruh dunia, terjadi jutaan kecelakaan dari yang teringan sampai kepada yang terberat. Hal itu berdampak pada tingkat kerugian yang sangat hebat.
Salah satu gambaran adalah berdasarkan Estimasi ILO (per tahun) 2,3 juta orang meninggal dunia terkait dengan pekerjaan, 360.000 orang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, 1,95 juta sakit akibat kerja dan kerugian USD 1,25 triliun. Sedangkan pada data terbaru yaitu data  kecelakaan kerja di Indonesia tahun 2010 (BPS, 2010) sebagai berikut:
1.      Meninggal  : 1106 orang
2.      Cacat fungsi           : 2039 0rang
3.      Cacat sebagian      : 1288 orang
4.      Cacat total :     18 orang
dan fakta lainnya tercatat pada FACTS ON Safe Work 2004 Key statistics (data kecelakaan Kerja dan PAK di dunia oleh ILO)
1.      Rata-rata 5000 orang perhari meninggal akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
2.      Penderitaan bagi pekerja rata-rata pertahun :
3.      270 pekerja mengalami kecelakaan kerja(fatal dan non fatal)
4.      160 juta pekerja terkena PAK
1/3 kasus tersebut mengakibatkan 3 sampai Dengan 4 hari kerja yang hilang
dengan Kerugian ekonomi dan PAK lebih dari US$ 1,25 Triliun (4% dari GDP). Ternyata banyaknya korban kecelakaan akibat industri melebihi korban peperangan tanpa menilai lebih dahulu tentang sifat beratnya.
Dengan melihat kenyataan di atas, sangat nyata bahwa keselamatan dan kesehatan kerja sangat mahal harganya dan sulit untuk mendapatkannya karena masih diperlukannya usaha keras untuk mewujudkannya hingga menjadi zero accident.
Analisa kecelakaan yang ditujukan kepada faktor manusia memiliki kerugian, tetapi mungkin memberikan bahan berguna untuk pencegahan kecelakaan. Dari sinilah akan timbul banyak pemikiran untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi faktor human eror sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan.
Faktor manusia dalam kecelakaan merupakan konsepsi klasik dalam usaha keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan akibat kerja. Pada pelaksanaanya, terdapat beberapa pendekatan.
Diantaranya pendekatan melalui seleksi dan latihan bagi tenaga kerja untuk mengetahui kondisi psikologis dan fisik perseorangan, penelitian-penelitian terhadap faktor rasa dan emosi perseorangan, serta penilaian tingkat keserasian tenaga kerja dengan proses pekerjaan dan lingkungannya. Selain itu terdapat satu pendekatan lain yang memiliki peranan tak kalah penting dengan ketiga pendekatan lainnya, yakni cara pendekatan yang akhir-akhir ini bersangkutan dengan faktor manusiawi yang dikaitkan dengan kondisi dan situasi pekerjaan. Situasi suatu pekerjaan juga memiliki peran penting dimana apabila seseorang bekerja dalam keadaan nyaman dan terdapat sesuatu yang meningkatkan semangat untuk bekerja, sikap kehati-hatian dan kesadaran akan keselamatan kerja itu tinggi, maka akan menekan jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan industri tanpa mengurangi produktifitas.

Solusi yang sudah ditawarkan
Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktifitas. Yang mana salah satunya keselamatan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktifitas atas dasar pada berbagai hal, tingkat keselamatan yang tinggi menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja, sehingga faktor manusia dapat diserasikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi pula.
Tingkat keselamatan tergantung dari sikap dan praktek pengusaha dan buruh. Maka dari itu, penyuluhan, penggairahan dan latihan sangat penting peranannya bagi meningkatkan penghayatan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Istilah penyuluhan, penggairahan dan latihan mempunyai makna-makna tersendiri. Penyuluhan adalah pemberian informasi yang dapat menimbulkan kejelasan bagi orang-orang yang bersangkutan. Penggairahan sudah lebih jauh lagi oleh karena di sini sudah diharapkan suatu upaya ke arah yang lebih baik dengan partisipasi pengusaha dan buruh. Penggairahan yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau pendekatan lain untuk menimbulkan sikap selamat.
Penggairahan telah banyak diterapkan oleh berbagai pihak salah satunya oleh organisasi dari suatu perusahaan itu sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Penerapan penggairahan Keselamatan kerja telah banyak diterapkan dengan berbagai macam cara, diantaranya dengan pemasangan poster-poster keselamatan kerja di tempat kerja, baik poster positif maupun negatif. Poster-poster dipergunakan untuk meniadakan kebiasaan-kebiasaan buruk, mempertunjukkan keuntungan jika berbuat selamat, atau memberikan keterangan terperinci, nasehat atau pengarahan terhadap masalah-masalah tertentu. Namun di sisi lain, diperlukan setiap waktu untuk mengubah dan menggantinya agar tidak membosankan dan daya tahan poster juga relatif singkat.
Selain itu, penayangan film tentang suatu kecelakaan kerja di lingkungan kerja, diadakannya ceramah, diskusi, perlombaan dan pameran mengenai keselamatan kerja. kegiatan tersebut membutuhkan waktu tertentu untuk mengadakannya, sehingga pelaksanaannya membutuhkan perencanaan ekstra dari pihak pengusaha yang juga membutuhkan pengorganisasian yang cukup baik. Namun sekarang ini, hal itu sering dianggap lumrah dan biasa oleh sebagian masyarakat, khususnya para pekerja. Sehingga pencapaian tujuan dengan metode tersebut dirasa kurang efektif dalam mewujudkan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri. Sebagian masyarakat seakan-akan acuh dan enggan dengan berbagai bentuk seruan untuk membudayakan keselamatan kerja karena masih memprioritaskan suatu kebiasaan yang menyepelekan pentingnya keselamatan karena kebanyakan kecelakaan terjadi pada pekerja yang belum terbiasa dengan bekerja secara selamat. Untuk itu, di lingkungan industri sangat diperlukannya usaha-usaha baru yang dapat lebih menggairahkan para tenaga kerja untuk sadar dan mempunyai sikap untuk selamat.

Gagasan Baru yang ditawarkan
Melihat kenyataan di atas, penulis berinovasi untuk melakukan pendekatan melalui Damar Kurung sebagai media penyampaian seruan dan pesan keselamatan kerja di lingkungan industri.
Damar kurung merupakan semacam lampion (damar=lampu) berbentuk kotak persegi dari kertas  ataupun kaca dengan tulang-tulang bambu, ada lampu di tengahnya. Pada sisi-sisinya terdapat gambar-gambar yang telah dibuat sesuai dengan kondisi dan situasi yang akan disampaikan. Damar kurung dapat dibuat dengan berbagai macam ukuran. Ukuran kecil hingga menengah dapat dipergunakan sebagai hiasan ruangan atau lampu gapura. Sedangkan ukuran besar dapat digunakan sebagai hiasan kota yang diletakkan di pusat kota atau pusat keramaian.
Dengan fungsi di atas, damar kurung sangat efektif untuk digunakan sebagai penyampaian pesan dan pengarahan suatu sikap atau tindakan yang mengacu pada seruan keselamatan kerja. Misalnya damar kurung yang menggambarkan situasi di ruangan suatu produksi dapat mengarahkan tenaga kerja untuk memperhatikan peralatan serta sikap-sikap yang tidak seharusnya dilakukan di ruang produksi. Damar kurung juga dapat dipergunakan untuk memperlihatkan ketentuan maupun tindakan-tindakan umum, umpamanya pemasangan damar kurung di pusat kota atau gapura pintu masuk di suatu pabrik atau industri yang menggambarkan tindakan safety dalam berkendara maupun menjalankan mesin produksi. Sedangkan damar kurung yang ditempatkan di lingkungan industri sebagai hiasan ruangan proyek yang menggambarkan seruan untuk tertib dalam menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan selalu memikirkan keselamatan.
Salah satu keuntungannya ialah dapat dipakai, baik pada perusahaan besar maupun kecil. Damar kurung harus dibuat dengan baik dan menarik serta dipahami. Damar kurung untuk fungsi jangka pendek dan perusahaan kecil dapat dibuat berbahan dasar kertas sedangkan untuk fungsi jangka panjang dan perusahaan besar lebih baik di buat di kaca sehingga tidak setiap waktu dilakukan penggantian damar kurung karena dapat bertahan lama.
Pada bagian tengah damar kurung (lampion) dapat diberi lampu warna-warni yang akan membuat setiap sudut ruangan atau perusahaan semakin menarik. Fungsi inilah yang akan memberikan nilai penggairahan lebih pada tenaga kerja dalam menerapkan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri guna mencapai tingkat zero accident. Selain itu damar kurung juga bisa di tempatkan di manapun sebagai hiasan yang akan lebih memungkinkan untuk banyak dilihat orang. Mau tidak mau orang pasti akan melihat damar kurung yang ada tersebut. Setelah melihatnya menimbulkan keinginan untuk membacanya dan memahami gambar yang ada tersebut yang selanjutnya akan berusaha membudayakan apa yang telah diserukan pada gambar tersebut.
Selain sangat praktis untuk penempatannya karena tidak membutuhkan tempat yang luas dan bisa di tempatkan di manapun,damar kurung juga memiliki nilai yang ekonomis karena dalam pembuatannya tidak membutuhkan pendanaan yang besar karena terbuat dari barang-barang yang mudah dijangkau dan ditemukan dalam jumlah yang banyak. Damar kurung juga sangat tahan untuk waktu yang lama.
Damar kurung ini di dalamnya menceritakan suatu bentuk cerita yang beralur yang berhubungan berbagai macam hal yang harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan dan untuk mencapai tingkat kondisi yang aman dengan berbagai macam gambar dan aneka warna yang khas sehingga mudah untuk diterapkan.
Sebagai media yang unik, damar kurung juga dibuat dengan berbagai bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan keinginan pembuatnya. Sehingga damar kurung diharapkan bisa menjadi media pencapaian zero accident 2012 di lingkungan industri yang efekif dan mampu diterapkan dengan mudah yang nantinya akan mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dan terciptanya kondisi yang aman di lingkungan industri tempat kita bekerja.

Pihak-pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan
            Dalam pengimplementasian gagasan ini, diperlukan peran serta pihak-pihak sebagai berikut:
1.      Pemerintah
Salah satu peran dari pemerintah dalam penggairahan penerapan usaha-usaha keselamatan dengan pembentukan organisasi dan upaya keselamatan. Dengan upaya baru ini, pemerintah juga berperan dalam memasyarakatkan gagasan ini yang selanjutnya agar dapat diterapkan secara keseluruhan di lingkungan industri.  
2.      Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi/Industri
Dalam kasus ini, berperan agar dapat memberikan sosialisasi ke berbagai tempat dalam penerapan inovasi baru dalam upaya pencegahan kecelakaan serta kaitannya dalam peningkatan keselamatan kerja di lingkungan industri. Selain itu, dengan menasionalkan penerapan inovasi damar kurung di lingkungan industri.
3.      Pengusaha
Yang berperan dalam penyediaan dana guna penerapan penggunaan damar kurung di lingkungan industri sebagai upaya mengurangi tingkat kecelakaan hingga pencapaian zero accident di lingkungan industri.

Langkah-langkah strategis implementasi gagasan
Langkah-langkah strategis agar dapat terwujudnya gagasan Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan Industri dengan media Damar Kurung:
1.      Melakukan sosialisasi keseluruhan program yang akan dilaksanakan.
2.      Pembuatan contoh damar kurung secara massal yang selanjutnya dipamerkan kepada perusahaan-perusahaan di bidang industri.
3.      Melakukan pendekatan secara bertahap kepada dunia industri sebagai awal dari pengimplementasian, karena industri yang menjadi sasaran dari gagasan ini.
4.      Penanaman kepercayaan kepada perusahaan yang akan menggunakan damar kurung sebagai inovasi usaha penggairahan di lingkungan industri untuk menekan tingkat kecelakaan kerja.
5.      Melakukan kemitraan strategis dengan perusahaan yang memiliki modal dana CSR ( Corporate Social Responsibility) sebagai modal awal pengembangan.

KESIMPULAN
Inti Gagasan  
Gagasan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan peningkatan produktifitas di lingkungan industri dengan metode penggairahan baru yaitu melalui media Damar Kurung dengan sasaran mencapai Zero Accident di tahun 2012. Selain itu, Industri di Indonesia dapat bersaing dalam Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja hingga mencapai Zero Accident dalam era globalisasi guna meningkatkan produktivitas dan keselamatan dan kesehatan pekerja, masyarakat dan lingkungan disekitar Industri tersebut.

Teknik Implementasi Gagasan
Gagasan pembuatan Damar Kurung sebagai Media Penggairahan Keselamatan Kerja guna Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan Industri, dapat diimplementasikan dengan baik apabila didukung oleh hal  berikut ini :
1.      Komitmen antara pemerintah dan suatu Industri untuk menjalin kerjasama dalam dunia Industri agar Industri di Indonesia bisa maju atau lebih produktif.
2.      Kerjasama antara pemerintah, dan suatu industri dalam penerapan upaya penggairahan di lingkungan industri untuk memberikan jaminan  keselamatan kerja para pekerja dan sebagai upaya mengurangi tingkat kecelakaan kerja hingga mencapai Zero Accident.

Prediksi Keberhasilan Gagasan

             Dengan adanya Damar Kurung sebagai Media Penggairahan Keselamatan Kerja Guna Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan Industri diharapkan dapat mengurangi kecelakaan kerja hingga mencapai zero accident yang erat kaitannya dengan upaya peningkatkan produktivitas suatu Industri. Bentuk penggairahan dengan media Damar Kurung lebih menarik dan efektif karena dalam penyajiannya dapat ditampilkan dalam bentuk gambar yang mempunyai cerita berkesinambungan sehingga pesan moral serta upaya pengendalian kecelkaan dapat secara mudah ditangkap dan diterapkan oleh para pekerja. Bentuknya menarik dan mudah ditempatkan diberbagi tempat tanpa memenuhi dinding industri namun dengan menggantungkannya pada sudut maupun sisi ruangan yang juga dapat berfungsi sebagai sumber penerangan. Dan jika gagasan ini terwujud seluruh Perusahaan atau Industri akan menggunakannya, maka produktivitas negara kita khususnya Industri akan berkembang sangat pesat karena para pekerja bekerja secara aman dan selamat sesuai dengan prosedur dalam penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Industri tersebut, serta mampu bersaing dengan negara lain sebagai negara industri yang menjunjung tinggi nilai keselamatan kerja.


DAFTAR PUSTAKA

Suma’mur P.K, Dr. 1981. Keselamatan Kerja & Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: CV Haji Masagung
Hasil-hasil Seminar Implementasi Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lembaga Nasional Hiperkes, Jakarta, 2010
..., http://ndukun.wordpress.com/2007/12/11/damar-kurung/. Diakses tanggal 05 Maret 2011

2 komentar:

  1. good idea...pendekatan budaya dlm upaya penerapan safety..good smoga lolos ...

    BalasHapus
  2. sdh saya kirim tahun lalu pak,, tapi gak lolos,, n mgkin masih banyak kekurangan,, tp masih blm tau letak kekuragan yang harus diperbaiki untuk pelajaran kedepan...

    BalasHapus