RINGKASAN
Hampir di setiap gerak dalam kehidupan,
masyarakat tidak lepas dengan pemanfaatan teknologi. Namun salah satu aspek
penting dalam penerapan dan pengaplikasian teknologi adalah keselamatan kerja.
Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik
barang maupun jasa.
Di antara kepentingan produksi dan keselamatan
kadang-kadang terdapat pertentangan. Dalam keadaan seperti itu, pengusaha atau
buruh mengorbankan persyaratan keselamatan dan mengambil resiko terjadinya
kecelakaan untuk meningkatkan produktifitas. 80-85% kecelakaan disebabkan oleh
kelalaian atau kesalahan manusia. Maka dari itu, usaha-usaha keselamatan selain
ditujukan kepada teknik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek
manusiawi.
Faktor manusiawi inilah yang dirasa
sangat mendasar terhadap terjadinya berbagai kecelakaan kerja. Untuk itu,
selain pendidikan dan pelatihan, usaha yang inovatif banyak dilakukan untuk
meningkatkan gairah bekerja guna mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
Maka dari itu, dengan melalui Damar
Kurung sebagai inovasi media penyampaian seruan dan pesan keselamatan kerja di
lingkungan industri diharapkan dapat mengurangi kecelakaan kerja hingga
mencapai tingkat terendah kecelakaan, yaitu Zero Accident.
Diharapkan dengan menggunakan media
Damar Kurung dapat meningkatkan gairah kerja kepada paa pekerja untuk selalu
bersikap dan bertindak aman dan selamat di lingkungan kerja sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja di
lingkungan industri untuk menuju Zero Accident di lingkungan industri.
Pembangunan
dari waktu ke waktu semakin meningkat. Dengan bergeloranya pembangunan,
teknologi lebih banyak diterapkan dalam aneka bentuk proses produksi. Perhatian
masyarakat Indonesia akan teknologi telah banyak mencakup berbagai sektor dalam
kehidupan. Hampir di setiap gerak dalam kehidupan, masyarakat tidak lepas
dengan pemanfaatan teknologi. Namun salah satu aspek penting dalam penerapan
dan pengaplikasian teknologi adalah keselamatan kerja.
Keselamatan
kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun
jasa. Keselamatan kerja sangat bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja,
bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta
cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk
setiap tenaga kerja serta orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya.
Sudah
sewajarnya bahwa dalam tingkat pembangunan demikian keselamatan kerja lebih
mendapat perhatian untuk pengamanan proses dan hasil-hasil pembangunan dan
lebih lanjut untuk lebih menunjang laju pembangunan tersebut. Pencapaian ini
telah melahirkan banyak sekali sektor industri yang ada di Indonesia. Pembangunan
di Indonesia, kini sedikit banyak berpihak pada sektor industri. Pembanguan industri
di indonesia meningkat begitu pesat. Hal itu dikarenakan banyaknya permintaan
dari masyarakat akan berbagai macam kebutuhan. Sehingga kini berbagai cabang
sektor banyak beralih dan berkombinasi dengan sektor industri. Semua industri
berkompetisi untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan tersebut dengan
meningkatkan produktifitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan
produktifitasnya yaitu dengan memperbanyak tenaga kerja dan pengadaan teknologi
mesin produksi.
Di
antara kepentingan produksi dan keselamatan kadang-kadang terdapat
pertentangan. Dalam keadaan seperti itu, pengusaha atau buruh mengorbankan
persyaratan keselamatan dan mengambil resiko terjadinya kecelakaan untuk
meningkatkan produktifitas. Sebagai contoh-contoh adalah dikuranginya perawatan
mesin dan peralatan kerja oleh pengusaha, agar hilangnya waktu produksi
dicegah; peniadaan pagar-pagar pengaman atau tidak dipakainya alat-alat
pelindung diri yang dirasakan memberi hambatan. Pada beberapa keadaan,
alasannya cukup kuat. Adapun keadaan lainnya hanyalah pencerminan keengganan
kelompok-kelompok tertentu terhadap tindakan keselamatan. Pada keadaan tersebut
belakangan, ancaman hukuman kurang bermanfaat dan sebaiknya usaha diadakan
untuk mengubah sikap terhadap keselamatan misalnya mengundang partisipasi buruh
dalam memilih alat-alat proteksi diri yang sesuai.
Juga
dari pengalaman terbukti, bahwa angka kecelakaan pada pekerjaan-pekerjaan yang
bertalian dengan proses produksi yang pokok adalah lebih kecil dari pada
kecelakaan-kecelakaan pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat sampingan.
Dari
penyelidikan-penyelidikan, ternyata faktor manusia dalam timbulnya kecelakaan
sangat penting. Selalu ditemui dari hasil-hasil penelitian, bahwa 80-85%
kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia. Maka dari itu,
usaha-usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik mekanik juga harus
memperhatikan secara khusus aspek manusiawi. Dalam hubungan ini, pendidikan dan
penggairahan keselamatan kerja kepada tenaga kerja merupakan sarana penting.
Faktor
manusiawi inilah yang dirasa sangat mendasar terhadap terjadinya berbagai
kecelakaan kerja. Untuk itu, selain pendidikan dan pelatihan, usaha yang
inovatif banyak dilakukan untuk meningkatkan gairah bekerja guna mengurangi
tingkat kecelakaan kerja. Budaya keselamatan kerja telah banyak diterapkan di
dunia industri, sebagai contohnya telah banyak diadakan sosialisasi dan
pelatihan, pamflet serta pemasangan poster-poster yang berkaitan dengan
keselamatan kerja. Namun dalam kenyataannya masih banyak terjadi kecelakaan dan
kematian di tempat kerja. Untuk itu dibutuhkan cara lain guna menekan angka
kecelakaan sampai pada tingkat yang terendah hingga Zero Accident.
Dengan
melihat latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk membuat gagasan
ilmiah yang berjudul “Damar Kurung
sebagai Media Penggairahan Keselamatan Kerja guna Pencapaian Zero Accident 2012
di Lingkungan Industri”.
Tujuan
Dalam penyusunan PKM ini bertujuan, diantaranya:
3. Untuk
mengurangi tingkat kecelakaan kerja melalui media inovasi baru untuk menuju
Zero Accident di lingkungan industri.
Manfaat
1. Bagi
penulis
Berdasarkan hasil studi pustaka dan analisis,
penulis dapat mengetahui tingkat kecelakaan kerja di lngkungan industri, sehingga
dapat memberikan solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
2. Bagi
Pekerja
Dapat membiasakan diri untuk bersikap selamat (Safe
Action) hingga mencapai kondisi yang aman (Safe Condition) di lingkungan
industri untuk menekan tingkat kecelakaan kerja.
3. Bagi
Industri
Dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja di
industri hingga zero accident sehingga pengeluaran perusahaan untuk jaminan
dapat berkurang.
4. Bagi
Pemerintah
Dengan berkurangnya tingkat kecelakaan kerja
khususnya di lingkungan industri dapat secara nyata berpengaruh pada
peningkatan produktifitas, sehingga secara langsung dapat membantu pemerintah
dalam menjalankankan proses produksi secara aman guna peningkatan pendapatan
nasional.
GAGASAN
Masalah kecelakaan kerja di lingkungan
industri
Setiap
tahun di seluruh dunia, terjadi jutaan kecelakaan dari yang teringan sampai
kepada yang terberat. Hal itu berdampak pada tingkat kerugian yang sangat
hebat.
Salah
satu gambaran adalah berdasarkan Estimasi ILO (per tahun) 2,3 juta orang
meninggal dunia terkait dengan pekerjaan, 360.000 orang meninggal dunia karena
kecelakaan kerja, 1,95 juta sakit akibat kerja dan kerugian USD 1,25 triliun. Sedangkan
pada data terbaru yaitu data kecelakaan
kerja di Indonesia tahun 2010 (BPS, 2010) sebagai berikut:
1.
Meninggal : 1106 orang
2.
Cacat fungsi : 2039 0rang
3.
Cacat sebagian : 1288 orang
4.
Cacat total : 18 orang
dan fakta
lainnya tercatat pada FACTS ON Safe Work 2004 Key statistics (data kecelakaan
Kerja dan PAK di dunia oleh ILO)
1.
Rata-rata 5000 orang perhari meninggal
akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
2.
Penderitaan bagi pekerja rata-rata
pertahun :
3.
270 pekerja mengalami kecelakaan
kerja(fatal dan non fatal)
4.
160 juta pekerja terkena PAK
1/3 kasus tersebut mengakibatkan 3
sampai Dengan 4 hari kerja yang hilang
dengan Kerugian
ekonomi dan PAK lebih dari US$ 1,25 Triliun (4% dari GDP). Ternyata banyaknya
korban kecelakaan akibat industri melebihi korban peperangan tanpa menilai
lebih dahulu tentang sifat beratnya.
Dengan
melihat kenyataan di atas, sangat nyata bahwa keselamatan dan kesehatan kerja
sangat mahal harganya dan sulit untuk mendapatkannya karena masih diperlukannya
usaha keras untuk mewujudkannya hingga menjadi zero accident.
Analisa
kecelakaan yang ditujukan kepada faktor manusia memiliki kerugian, tetapi
mungkin memberikan bahan berguna untuk pencegahan kecelakaan. Dari sinilah akan
timbul banyak pemikiran untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi faktor human
eror sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan.
Faktor
manusia dalam kecelakaan merupakan konsepsi klasik dalam usaha keselamatan
kerja dan pencegahan kecelakaan akibat kerja. Pada pelaksanaanya, terdapat
beberapa pendekatan.
Diantaranya
pendekatan melalui seleksi dan latihan bagi tenaga kerja untuk mengetahui
kondisi psikologis dan fisik perseorangan, penelitian-penelitian terhadap
faktor rasa dan emosi perseorangan, serta penilaian tingkat keserasian tenaga
kerja dengan proses pekerjaan dan lingkungannya. Selain itu terdapat satu
pendekatan lain yang memiliki peranan tak kalah penting dengan ketiga
pendekatan lainnya, yakni cara pendekatan yang akhir-akhir ini bersangkutan
dengan faktor manusiawi yang dikaitkan dengan kondisi dan situasi pekerjaan.
Situasi suatu pekerjaan juga memiliki peran penting dimana apabila seseorang
bekerja dalam keadaan nyaman dan terdapat sesuatu yang meningkatkan semangat
untuk bekerja, sikap kehati-hatian dan kesadaran akan keselamatan kerja itu
tinggi, maka akan menekan jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan
industri tanpa mengurangi produktifitas.
Solusi yang sudah ditawarkan
Keselamatan
kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktifitas. Yang
mana salah satunya keselamatan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan
produktifitas atas dasar pada berbagai hal, tingkat keselamatan yang tinggi
menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja,
sehingga faktor manusia dapat diserasikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi
pula.
Tingkat
keselamatan tergantung dari sikap dan praktek pengusaha dan buruh. Maka dari
itu, penyuluhan, penggairahan dan latihan sangat penting peranannya bagi
meningkatkan penghayatan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Istilah
penyuluhan, penggairahan dan latihan mempunyai makna-makna tersendiri.
Penyuluhan adalah pemberian informasi yang dapat menimbulkan kejelasan bagi
orang-orang yang bersangkutan. Penggairahan sudah lebih jauh lagi oleh karena
di sini sudah diharapkan suatu upaya ke arah yang lebih baik dengan partisipasi
pengusaha dan buruh. Penggairahan yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau
pendekatan lain untuk menimbulkan sikap selamat.
Penggairahan
telah banyak diterapkan oleh berbagai pihak salah satunya oleh organisasi dari
suatu perusahaan itu sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Penerapan penggairahan
Keselamatan kerja telah banyak diterapkan dengan berbagai macam cara,
diantaranya dengan pemasangan poster-poster keselamatan kerja di tempat kerja, baik
poster positif maupun negatif. Poster-poster dipergunakan untuk meniadakan
kebiasaan-kebiasaan buruk, mempertunjukkan keuntungan jika berbuat selamat,
atau memberikan keterangan terperinci, nasehat atau pengarahan terhadap
masalah-masalah tertentu. Namun di sisi lain, diperlukan setiap waktu untuk
mengubah dan menggantinya agar tidak membosankan dan daya tahan poster juga
relatif singkat.
Selain
itu, penayangan film tentang suatu kecelakaan kerja di lingkungan kerja, diadakannya
ceramah, diskusi, perlombaan dan pameran mengenai keselamatan kerja. kegiatan
tersebut membutuhkan waktu tertentu untuk mengadakannya, sehingga
pelaksanaannya membutuhkan perencanaan ekstra dari pihak pengusaha yang juga
membutuhkan pengorganisasian yang cukup baik. Namun sekarang ini, hal itu
sering dianggap lumrah dan biasa oleh sebagian masyarakat, khususnya para
pekerja. Sehingga pencapaian tujuan dengan metode tersebut dirasa kurang
efektif dalam mewujudkan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri. Sebagian
masyarakat seakan-akan acuh dan enggan dengan berbagai bentuk seruan untuk
membudayakan keselamatan kerja karena masih memprioritaskan suatu kebiasaan
yang menyepelekan pentingnya keselamatan karena kebanyakan kecelakaan terjadi
pada pekerja yang belum terbiasa dengan bekerja secara selamat. Untuk itu, di
lingkungan industri sangat diperlukannya usaha-usaha baru yang dapat lebih
menggairahkan para tenaga kerja untuk sadar dan mempunyai sikap untuk selamat.
Gagasan Baru yang ditawarkan
Melihat
kenyataan di atas, penulis berinovasi untuk melakukan pendekatan melalui Damar
Kurung sebagai media penyampaian seruan dan pesan keselamatan kerja di
lingkungan industri.
Damar
kurung merupakan semacam lampion (damar=lampu) berbentuk kotak persegi dari
kertas ataupun kaca dengan tulang-tulang
bambu, ada lampu di tengahnya. Pada sisi-sisinya terdapat gambar-gambar yang
telah dibuat sesuai dengan kondisi dan situasi yang akan disampaikan. Damar
kurung dapat dibuat dengan berbagai macam ukuran. Ukuran kecil hingga menengah
dapat dipergunakan sebagai hiasan ruangan atau lampu gapura. Sedangkan ukuran
besar dapat digunakan sebagai hiasan kota yang diletakkan di pusat kota atau
pusat keramaian.
Dengan
fungsi di atas, damar kurung sangat efektif untuk digunakan sebagai penyampaian
pesan dan pengarahan suatu sikap atau tindakan yang mengacu pada seruan
keselamatan kerja. Misalnya damar kurung yang menggambarkan situasi di ruangan
suatu produksi dapat mengarahkan tenaga kerja untuk memperhatikan peralatan
serta sikap-sikap yang tidak seharusnya dilakukan di ruang produksi. Damar
kurung juga dapat dipergunakan untuk memperlihatkan ketentuan maupun
tindakan-tindakan umum, umpamanya pemasangan damar kurung di pusat kota atau
gapura pintu masuk di suatu pabrik atau industri yang menggambarkan tindakan
safety dalam berkendara maupun menjalankan mesin produksi. Sedangkan damar
kurung yang ditempatkan di lingkungan industri sebagai hiasan ruangan proyek
yang menggambarkan seruan untuk tertib dalam menggunakan APD (Alat Pelindung
Diri) dan selalu memikirkan keselamatan.
Salah
satu keuntungannya ialah dapat dipakai, baik pada perusahaan besar maupun
kecil. Damar kurung harus dibuat dengan baik dan menarik serta dipahami. Damar
kurung untuk fungsi jangka pendek dan perusahaan kecil dapat dibuat berbahan
dasar kertas sedangkan untuk fungsi jangka panjang dan perusahaan besar lebih
baik di buat di kaca sehingga tidak setiap waktu dilakukan penggantian damar
kurung karena dapat bertahan lama.
Pada
bagian tengah damar kurung (lampion) dapat diberi lampu warna-warni yang akan
membuat setiap sudut ruangan atau perusahaan semakin menarik. Fungsi inilah
yang akan memberikan nilai penggairahan lebih pada tenaga kerja dalam
menerapkan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri guna mencapai
tingkat zero accident. Selain itu damar kurung juga bisa di tempatkan di
manapun sebagai hiasan yang akan lebih memungkinkan untuk banyak dilihat orang.
Mau tidak mau orang pasti akan melihat damar kurung yang ada tersebut. Setelah melihatnya
menimbulkan keinginan untuk membacanya dan memahami gambar yang ada tersebut yang
selanjutnya akan berusaha membudayakan apa yang telah diserukan pada gambar
tersebut.
Selain
sangat praktis untuk penempatannya karena tidak membutuhkan tempat yang luas
dan bisa di tempatkan di manapun,damar kurung juga memiliki nilai yang ekonomis
karena dalam pembuatannya tidak membutuhkan pendanaan yang besar karena terbuat
dari barang-barang yang mudah dijangkau dan ditemukan dalam jumlah yang banyak.
Damar kurung juga sangat tahan untuk waktu yang lama.
Damar kurung
ini di dalamnya menceritakan suatu bentuk cerita yang beralur yang berhubungan
berbagai macam hal yang harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan dan untuk
mencapai tingkat kondisi yang aman dengan berbagai macam gambar dan aneka warna
yang khas sehingga mudah untuk diterapkan.
Sebagai
media yang unik, damar kurung juga dibuat dengan berbagai bentuk yang
bermacam-macam sesuai dengan keinginan pembuatnya. Sehingga damar kurung
diharapkan bisa menjadi media pencapaian zero accident 2012 di lingkungan
industri yang efekif dan mampu diterapkan dengan mudah yang nantinya akan
mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dan terciptanya kondisi yang aman di
lingkungan industri tempat kita bekerja.
Pihak-pihak yang dapat
mengimplementasikan gagasan
Dalam
pengimplementasian gagasan ini, diperlukan peran serta pihak-pihak sebagai
berikut:
1.
Pemerintah
Salah
satu peran dari pemerintah dalam penggairahan penerapan usaha-usaha keselamatan
dengan pembentukan organisasi dan upaya keselamatan. Dengan upaya baru ini,
pemerintah juga berperan dalam memasyarakatkan gagasan ini yang selanjutnya
agar dapat diterapkan secara keseluruhan di lingkungan industri.
2.
Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi/Industri
Dalam
kasus ini, berperan agar dapat memberikan sosialisasi ke berbagai tempat dalam
penerapan inovasi baru dalam upaya pencegahan kecelakaan serta kaitannya dalam
peningkatan keselamatan kerja di lingkungan industri. Selain itu, dengan
menasionalkan penerapan inovasi damar kurung di lingkungan industri.
3.
Pengusaha
Yang
berperan dalam penyediaan dana guna penerapan penggunaan damar kurung di
lingkungan industri sebagai upaya mengurangi tingkat kecelakaan hingga
pencapaian zero accident di lingkungan industri.
Langkah-langkah
strategis implementasi gagasan
Langkah-langkah
strategis agar dapat terwujudnya gagasan Pencapaian Zero Accident 2012 di
Lingkungan Industri dengan media Damar Kurung:
1. Melakukan
sosialisasi keseluruhan program yang akan dilaksanakan.
2. Pembuatan
contoh damar kurung secara massal yang selanjutnya dipamerkan kepada
perusahaan-perusahaan di bidang industri.
3. Melakukan
pendekatan secara bertahap kepada dunia industri sebagai awal dari
pengimplementasian, karena industri yang menjadi sasaran dari gagasan ini.
4. Penanaman
kepercayaan kepada perusahaan yang akan menggunakan damar kurung sebagai
inovasi usaha penggairahan di lingkungan industri untuk menekan tingkat
kecelakaan kerja.
5. Melakukan
kemitraan strategis dengan perusahaan yang memiliki modal dana CSR ( Corporate
Social Responsibility) sebagai modal awal pengembangan.
KESIMPULAN
Inti Gagasan
Gagasan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat
kecelakaan kerja dan peningkatan produktifitas di lingkungan industri dengan
metode penggairahan baru yaitu melalui media Damar Kurung dengan sasaran mencapai
Zero Accident di tahun 2012. Selain itu, Industri di Indonesia dapat bersaing
dalam Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja hingga mencapai Zero Accident
dalam era globalisasi guna meningkatkan produktivitas dan keselamatan dan
kesehatan pekerja, masyarakat dan lingkungan disekitar Industri tersebut.
Teknik Implementasi Gagasan
Gagasan
pembuatan Damar Kurung sebagai Media
Penggairahan Keselamatan Kerja guna Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan
Industri, dapat diimplementasikan dengan baik apabila didukung oleh hal berikut ini :
1.
Komitmen
antara pemerintah dan suatu Industri untuk menjalin kerjasama dalam dunia
Industri agar Industri di Indonesia bisa maju atau lebih produktif.
2.
Kerjasama
antara pemerintah, dan suatu industri dalam penerapan upaya penggairahan di
lingkungan industri untuk memberikan jaminan
keselamatan kerja para pekerja dan sebagai upaya mengurangi tingkat
kecelakaan kerja hingga mencapai Zero Accident.
Prediksi
Keberhasilan Gagasan
Dengan adanya Damar Kurung sebagai Media
Penggairahan Keselamatan Kerja Guna Pencapaian Zero Accident 2012 di Lingkungan
Industri diharapkan dapat mengurangi kecelakaan kerja hingga mencapai zero
accident yang erat kaitannya dengan upaya peningkatkan produktivitas suatu
Industri. Bentuk penggairahan dengan media Damar Kurung lebih menarik dan efektif
karena dalam penyajiannya dapat ditampilkan dalam bentuk gambar yang mempunyai
cerita berkesinambungan sehingga pesan moral serta upaya pengendalian kecelkaan
dapat secara mudah ditangkap dan diterapkan oleh para pekerja. Bentuknya menarik
dan mudah ditempatkan diberbagi tempat tanpa memenuhi dinding industri namun
dengan menggantungkannya pada sudut maupun sisi ruangan yang juga dapat
berfungsi sebagai sumber penerangan. Dan jika gagasan ini terwujud seluruh
Perusahaan atau Industri akan menggunakannya, maka produktivitas negara kita
khususnya Industri akan berkembang sangat pesat karena para pekerja bekerja secara
aman dan selamat sesuai dengan prosedur dalam penerapan budaya keselamatan dan
kesehatan kerja di Industri tersebut, serta mampu bersaing dengan negara lain
sebagai negara industri yang menjunjung tinggi nilai keselamatan kerja.
DAFTAR
PUSTAKA
Suma’mur
P.K, Dr. 1981. Keselamatan Kerja & Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: CV Haji
Masagung
Hasil-hasil
Seminar Implementasi Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lembaga Nasional
Hiperkes, Jakarta, 2010
...,
http://ndukun.wordpress.com/2007/12/11/damar-kurung/. Diakses tanggal 05 Maret
2011
good idea...pendekatan budaya dlm upaya penerapan safety..good smoga lolos ...
BalasHapussdh saya kirim tahun lalu pak,, tapi gak lolos,, n mgkin masih banyak kekurangan,, tp masih blm tau letak kekuragan yang harus diperbaiki untuk pelajaran kedepan...
BalasHapus