Written by Ihsan
Monday, 18 July 2011 16:39 –
IJIN MASUK RUANG TERBATAS
Ijin Masuk merupakan alat
administratif yang digunakan untuk mencatat bahwa penilaian bahaya telah dilakukan
pada setiap saat memasuki ruang terbatas. Orang yang benar-benar terlatih dan
berpengalaman di ruang terbatas harus mengisi Ijin Masuk.
Sebelum memasuki ruang terbatas,
izin masuk harus ditulis. Izin tersebut harus berisi setidaknya informasi berikut:
• Lamanya waktu izin berlaku
• Nama(-nama) pekerja yang akan
memasuki ruang terbatas.
• Nama(-nama) penjaga (pengawas
keselamatan) dan/atau supervisor
• Lokasi ruang terbatas.
• Pekerjaan yang akan dilakukan di
dalam ruang terbatas
• Tanggal dan waktu memasuki ruang
terbatas
• Rincian tentang pemeriksaan
atmosfer yang telah dilakukan di ruang terbatas – kapan, dimana, hasil, tanggal
peralatan pemantau terakhir dikalibrasi. Idealnya, kalibrasi dilakukan sebelum
setiap kali digunakan. Jika ini tidak mungkin dilakukan, ikuti petunjuk pabrik
pembuat peralatan dalam hal frekuensi kalibrasi.
• Penggunaan ventilasi mekanis dan
alat pelindung lainnya yang diperlukan dan semua tindakan pencegahan lainnya
harus diikuti oleh setiap pekerja yang akan memasuki ruang terbatas.
• Peralatan pelindung dan peralatan
keadaan darurat harus digunakan oleh setiap orang yang ambil bagian dalam
penyelamatan atau merespons keadaan darurat lainnya di dalam ruang terbatas.
• Tandatangan pekerja yang telah
melaksanakan pengujian ruang terbatas. Tandatangan yang terdapat pada izin
harus menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang memadai sudah dilakukan untuk
mengendalikan bahaya-bahaya yang telah diantisipasi.
• Izin masuk harus dipasang di
ruang terbatas dan tetap di tempatnya sampai pekerjaan selesai.
PROSEDUR MEMASUKI CONFINED SPACE
YANG AMAN
Keutamaan memasuki ruang terbatas
atau tangki prosedur di bawah ini harus dipenuhi :
1. Safety meeting atau toolbox
meeting harus dilakukan agar survey dapat mendiskusikan
semua aspek pengukuran keselamatan
2. Permit harus sudah ada agar
ruangan terbatas dapat dimasuki
3. Identifikasi bahayanya dan nilai
resikonya
4. Untuk dapat mengidentifikasi
bahaya di dalam ruang tersebut dan menilai resikonya,
informasi di bawah ini harus ada :
• Isi terakhir dari ruangan
tersebut harus diidentifikasi dan isi di ruang yang berbatasan
dengannya
• Untuk pembawa gas; lembaran data
dari kargo terakhir harus ada
• Untuk tangki kimia; lembaran data
untuk tiga kargo sebelumnya harus ada
• Ini adalah tanggung jawab pemilik
untuk menyediakan data ini.
5. Evaluasi ventilasi ruangan
• Cek apakah tangki atau ruangan
telah kosong, dibersihkan dan berventilasi
• Owner harus memastikan hal ini
dilakukan dan terdokumntasikan
6. Evaluasi kebutuhan pemisahan
ruangan
7. Pastikan bahwa tim rescue/tim
standby berada di tempat
8. Cek dan evaluasi pengukuran gas
yang dilakukan. Minimalnya, pengukuran kadar oksigen
harus dilakukan sebelum memasuki
ruangan tertutup. Sebagai tambahan, beberapa
pengukuran control harus dilakukan
tergantung tangki jenis apa yang di survey.
9. Evaluasi kebutuhan pencegahan
terhadap temperature ekstrim
10. Evaluasi pengaturan pencahayaan
11. Evaluasi jika dibutuhkan
pakaian atau peralatan khusus
Checklist dari poin-poin di atas
direkomendasikan untuk digunakan sebagai evaluasi apakah ruangan tersebut aman
untuk dimasuki.
PENGETESAN ATMOSFIR
Pengetesan awal harus dilakukan
oleh orang yang kompeten yang akan mengeluarkan sertifikat yang menyatakan
apakah tempat itu aman untuk manusia dan untuk bekerja, dan jika terdapat
kondisi khusus yang harus diobservasi.
Ventilasi harus dihentikan sekitar
10 menit sebelum tes dan tidak boleh dinyalakan sampa tes selesai. Pengetesan
harus dilakukan dengan urutan :
• Ketidak-kecukupan oksigen atau
kandungan udara yang berlebih
• Kandungan udara yang mudah
terbakar
• Kandungan udara beracun jika
dipikir perlu
Perhatian :
Jangan mempercayai perasaan
(feeling) seseorang untuk menentukan apakah udara di dalam
ruang tertutup sudah aman. Banyak
gas dan uap beracun yang tidak dapat dilihat atau dicium,
dan level oksigen pun tidak dapat
diduga-duga.
PERSIAPAN MEMASUKI RUANG TERTUTUP
Ventilasi
Jika memungkinkan, ventilasi harus
kontinyu karena dalam ruang tertutup atmosfir berbahaya akan terbentuk kembali
ketika aliran udara terhenti. Semua bukaan harus tetap terbuka untuk ventilasi
termasuk jalan keluar darurat.
Kipas angin gas inert sebaiknya
tidak digunakan untuk memberikan ventilasi udara bersih karena kontaminan
(sisa-sisa) dari gas inert dapat masuk ke dalam ruangan.
Pemisahan ruangan
Surveyor harus mengevaluasi
kebutuhan untuk mengisolasi/memisahkan ruang terbatas sebelum memasuki ruangan.
Standby / rescue / penyelamat
Standby
Sesurang yang standby (tinggal
untuk menjaga) harus ditugaskan untuk tetap berada di luar confined space dan
berada dalam jarak kontak (visual/dapat terlihat atau komunikasi dua arah/HT)
dengan tim survey di dalam. Dan harus ada selang waktu yang konstan untuk
komunikasi.
Orang standby :
• Tidak boleh memiliki tugas lain
selain standby dan mengetahui siapa yang harus diberitahu jika dalam keadaan
emergency
• Tidak boleh meninggalkan
tempatnya bahkan jika bantuan telah datang dan sebagai kunci komunikasi dengan
yang lain
• Harus dapat berkomunikasi dengan
baik dengan bahasa umum yang relevan
Penyelamat :
Penyelamat harus terlatih dan
mengikuti prosedur emergency dan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai
(seperti lifeline, pelindung pernapasan, orang yang standby). Prosedur darurat
dan evakuasi harus disetujui dan dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam
operasi penyelamatan. Langkah-langkah penyelamatan harus termasuk dalam
prosedur memasuki confined space.
Perhatikan :
Penyelamatan yang tidak terencana,
seperti ketika seseorang secara terburu-buru masuk untuk menyelamatkan korban
yang jatuh pingsan, dapat menyebabkan double fatality atau bahkan banyak jika
beberapa orang yang ingin jadi penyelamat dadakan. Lebih dari 50% pekerja dalam
confined space meninggal saat mencoba menyelamatkan pekerja lain.
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
Untuk memasuki confined space, APD
yang harus dipergunakan adalah :
• Pelindung tubuh
• Pelindung kaki (steel toe)
• Pelindung kepala (helm dengan
chinstrap)
• Pelindung tangan (sarung tangan)
• Pelindung mata (kacamata atau
goggle)
• Pelindung telinga (ear plug atau
ear muff)
• Gas meter – mullti gas meter
untuk HC, H2S, CO, O2
• Pencahayaan (senter atau
semacamnya)
Bekerja dalam confined space sangat beresiko tinggi. Dengan mengikuti pelatihan k3 perusahaan dapat meminimalkan resiko kecelakaan kerja, terutama di confined space.
BalasHapus